Rabu, 25 Agustus 2010
Malaysia Ingin bergabung dengan RI
Malaysia Jadi Makin Bersikap Agresif
Jumat, 20 Agustus 2010 | 03:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Sebagai bangsa, Malaysia diyakini berambisi besar menjadikan dirinya dominan, setidaknya di kawasan Asia Tenggara. Ambisi dengan mengusung status kemelayuannya itu menjadikan mereka bersikap sangat agresif, terutama saat dalam posisi tengah bersaing atau bersengketa dengan sejumlah negara tetangganya, terutama Indonesia.
Penilaian itu dilontarkan dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Andi Widjojanto, saat dihubungi via telepon, Kamis (19/8). Dia menambahkan, secara kebetulan Malaysia juga diuntungkan ketika eksistensi Indonesia di kawasan Asia Tenggara semakin melemah pasca-krisis multidimensi, yang terjadi mulai tahun 1997.
”Malaysia berambisi membesarkan rumpun Melayu dengan mereka sebagai pusatnya. Hal itu tampak dari beberapa usulan, mulai dari keinginan menjadikan bahasa Melayu sebagai lingua franca di Asia Tenggara, membentuk Kaukus Asia Timur dengan Malaysia sebagai motornya, atau saat mengusulkan penamaan Laut Melayu untuk kawasan perairan meliputi Selat Malaka sampai Laut China Selatan. Padahal, jika itu terwujud, akan mengerdilkan Indonesia dengan konsep Nusantara-nya, yang justru secara ide jauh lebih besar,” ujar Andi Widjojanto.
Andi menambahkan, gagasan membesarkan rumpun Melayu resmi memang menjadi program pembangunan jangka panjang Malaysia, yang sekarang telah memasuki tahap ketiga. Dalam konteks pertahanan, Malaysia jauh lebih maju. Mereka mampu menempatkan kekuatan militernya sampai pos perbatasan laut terluar, khususnya kawasan yang tengah dipersengketakan.
”Malaysia juga kerap dan tidak ragu menetapkan teritorialnya secara unilateral (sepihak), terutama pascakemenangan mereka dalam sengketa Sipadan dan Ligitan. Kalau ada negara lain protes, mereka akan membawa persoalannya ke arbitrase internasional. Seharusnya kita juga berani melakukan hal seperti itu,” ujar Andi.
Andi juga memprediksi eskalasi perseteruan antara Indonesia dan Malaysia akan terus meningkat seiring peningkatan agresivitas Malaysia.
Untuk itu, pemerintah diingatkan agar jangan terjebak pada kebijakan luar negeri ”Seribu Teman, Nol Musuh”, apalagi jika hal itu hanya memosisikan Indonesia sebagai negara yang terlalu kompromistis dan selalu mencari jalan tengah seperti terjadi pada insiden di perairan Tanjung Berakit, di sebelah utara Pulau Bintan, Jumat pekan lalu.
Saat dihubungi secara terpisah di Jakarta, sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, mengingatkan, pada masa lalu justru seorang tokoh Malaysia, Ibrahim Jaacob, menawarkan ide penyatuan Indonesia-Malaysia di bawah bendera Indonesia Raya.
Usulan itu disampaikan saat bertemu Ir Soekarno di Taiping, Perak, Malaysia, empat hari menjelang kemerdekaan Indonesia. Malaysia ketika itu menentang usulan tersebut. Asvi menilai gagasan itu perlu diingatkan dan diusung kembali, setidaknya untuk mengerem agresivitas Malaysia. (DWA)
Rabu, 12 Mei 2010
Politik Jaga Imej
Kamis, 08 April 2010
UEFA Champion League MU v Bayern Muenchen 3-2, Muenchen Lolos
Maka Muenchen melakukan permainan possesion football dengan memegang bola selama mungkin sambil membuat atau menemukan celah kesempatan gol. Ribery dan Robben sebagai playmaker sangat menentukan untuk membuat celah itu. Gol Muenchen pertama dibuat Olic setelah berhasil melewati back MU lalu membuat gol dari sudut sempit dari sisi kanan Van der sar. Gol terakhir dibuat Robben yang merupakan skill individunya menendang dari jarak sekitar 20 m dari gawang.
MU menang 3-2, dengan Agregat 4-4, Muenchen lolos ke perempat final, unggul gol di kandang lawan, dimana sebelumnya Muenchen menang 2-1 saat bertanding di Stadion Allianz Arena.
Rabu, 10 Maret 2010
3 Kesalahan Pemain Belakang Porto FC (Liga Champion : Arsenal v Porto)
2. Gol Samir Nasri : adalah murni pergerakan, skill dan kelincahan Samir Nasri menusuk dari sayap kanan. Namun para pemain belakang Porto kurang berani melakukan penjegalan, mereka bertiga lebih kepada mengawal pergerakan Nasri.
3. Gol Eboue : Ini adalah counter-attack dari sayap kiri yang dibangun Arshavin. Ketika serangan Porto yang mengumpul gagal, bola berhasil dibawa arshavin menusuk sampai pertengahan lapangan, hanya ada 2-3 pemain belakang Porto dan Eboue juga maju ke depan (padahal seharusnya Bedtner –sang penyerang oportunis). Hanya satu pemain belakang mengawal Eboue, lalu arshavin mengumpan kepada Eboue, dan gol dilesakkan dari kiri kotak gawang.
Permainan yang menarik keduanya melakukan permainan menyerang. Arsenal sangat kreatif dengan dua playmakernya : Arshavin (kiri) dan Nasri (kanan), dengan penyelesai sang striker oportunis, yang nyaris jarang bergerak, Nicklas Bedtner. Selain Porto sangat gagal dalam pertahanan, serangannya banyak yang berhasil dipatahkan.
Minggu, 28 Februari 2010
Apocalypto: Struggle in The Jungle

Jadi ada suku Maya di benua Amerika yang sedang meluaskan hegemoninya dengan cara yang bisa dibilang tidak beradab dengan menghabisi dan memperbudak suku-suku lain di sekitarnya. Sampai suatu waktu rombongan pasukan mereka bertemu seorang anak kecil yang mengidap penyakit kulit sedang menangisi orang tuanya yangg mati. Gadis kecil itu mencoba menghampiri pasukan itu agar dia bisa dipelihara, namun pasukan itu berusaha menjauhkan gadis itu agar penyakitnya tudak menular. Entah karena kerasukan, gadis itu mengucapkan ramalan kehancuran suku Maya. Sampai di kuil suku maya dilakukan ritual menumbalkan tangkapan dari suku suku yang mereka habisi dan perbudak. Sedangkan sisanya dipakai untuk permainan atau latihan ketrampilan memanah dan lempar lembing, apabila terkena di ujung pelarian akan dihabisi dengan gada denga satu orang menunggu. Sampai satu orang bisa lolos dengan membunuh penjaga di ujung pelarian dengan anak panah yang menancap di tubuhnya.
Maka terjadilah kejar kejaran ke dalam hutan(dalam wikipedia Mel Gibson mengatakan sebagai bagian menarik seperti kejar-kejaran mobil dalam film namun dalam bentuk yang lain). Pada bagian inilah dapat dilihat bagaiman cara bertahan hidup di hutan. Sampai akhirnya sebagian besar para pengejar mati baik diterkam jaguar, digigit ular, mati karena melompat dari air terjun, tersengat lebah, terkena racun sumpit dan terkena jebakan tapir. Sampai akhirnya tinggal dua orang dan pengejaran sampai di pantai melihat orang-orang eropa yang baru mendarat di benua Amerika. Orang yang dikejar akhirnya bisa lolos, karena dua oarang suku maya terakhir yang mengejarnya lebih memilih menghampiri orang-orang Eropa tersebut.
Apa saja yang menarik menurut saya? Baik, akan saya ceritakan. Teknik menjahit luka, dalam film ada seorang ibu yang menjahit luka anaknya, caranya tidak dengan jarum dan benang tapi dengan merapatkan sisi luka dan dikait dengan gigitan semut ukuran besar. Ketika sudah tergigit badan semut itu ditarik dari kepalanya. Sehingga luka bisa tertutup agar terjadi penyembuhan alami dengan perbaikan jaringan daging dan kulit.
Bom lebah. Entah bagaimana caranya mengambil rumah lebah dari pohon, lalu membungkusnya dengan daun dan membawanya pelan-pelan lalu melemparkan ke orang-orang suku Maya yang mengejarnya. Kemudian yang menarik juga cara berenang dari lumpur (pasir?) hisap.
Sumpit beracun. Bahan yang dicari, duri pohon yang cukup panjang dan katak beracun lalu ujung anak sumpit dioleskan pada kulit katak beracun sedangkan buluhnya dari gulungan daunyang cukup panjang dan lebar.
Jumat, 22 Januari 2010
Struktur Bangunan dan Rumah untuk Daerah Bertanah Gambut
Tanah gambut adalah jenih tanah lembek atau daya topangnya rendah terhadap bangunan/rumah dan bisa dikatakan sama dengan tanah di rawa-rawa. Oleh karenanya hal yang menjadi perhatian adalah memperkuat tanahnya atau membuat teknik sub-struktur (struktur yang berada di bawah tanah atau bangunan/rumah dalam hal ini pondasi) yang dapat stabil di daerah bertanah gambut sehingga dapat menopang bangunan/rumah dengan stabil pula. Ada dua jenis struktur yang akan dijelaskan dalam tulisan ini.
1. Konstruksi Rangka Kayu
Tanah gambut biasanya ada di Kalimantan, sedangkan material yang paling mudah ditemukan di sana adalah kayu. Pertama, lapisan gambut harus dibuang terlebih dahulu untuk bagian yang akan dibuat pondasi sampai ditemukan bagian dasar tanah asli, sehingga bila bagunan sudah jadi atau selesai akan terlihat terangkat dari tanah atau seperti bangunan/rumah panggung.
Untuk konstruksi ini, karena di Kalimantan lebih banyak material kayu, maka kayu besi yang dipakai, terutama kayu ulian atau belian. Di sana pondasi rangka kayu disebut dengan istilah pondasi tongkat yang dipasang balok gapit (dikenal dengan istilah "laci") dan ditahan dengan alas kayu hutan, lalu ditumbuk ke dalam tanah dengan kedalaman tertentu.
2. Konstruksi Sub-struktur Batu Kali, Beton, dsb
Prinsip dasarnya masih sama dengan membersihkan bagian tanah gambutnya sampai menemukan bagian tanah yang keras, agar konstruksi stabil. Kemudian baru memasang pondasi. Namun yang membedakan dengan konstruksi biasa adalah dengan pemasangan cerucuk. Cerucuk dipasang dibawah pondasi menyebar dengan jarak tertentu, fungsinya agar memberikan tahanan geser dari konstruksi. Karena material yang paling banyak di kalimantan adalah kayu , maka kayu yang dipakai adalah kayu dolken.
Selain kayu juga dapat menggunakan bambu, prisipnya sama, yaitu dengan menancapkan bambu menghunjam tanah atau 75° terhadap bidang tanah pada jarak tertentu. Bambu yang diambil dengan panjang lebih dari 50 cm dipasang pada bagian telapak pondasi yang sudah dipasang aanstamping ataupun pasir pasang.
Sabtu, 16 Januari 2010
Melihat Gerhana Matahari dari Observatorium Bosscha
Selain tamannya yang indah, kompleks Observatorium Bossscha juga dipenuhi bangunan-bangunan yang sebagian besar untuk teropong. Pertama kita akan melihat bangunan seperti tugu bertulis K.A.R. Bosscha dan tulisan tahun 1923. Dari pekerja disana pula saya tahu bahwa observatorium dibangun dari tahun 1923-1928 di tanah area perkebunan teh yang dimiliki tuan tanah bernama Bosscha. Selain di Lembang, Bosscha juga memiliki tanah perkebunan dan rumah di Pangalengan, makamnya pun di Pangalengan. Menyusuri jalan akan ditemui berbagai bangunan yang bentuknya kurang lazim karena atapnya melengkung, itulah bangunan untuk teleskop. Ada teleskop Bamberg, teleskop Surya, Goto, dll setelah itu saya melihat bangunan bengkel, kios, pertemuan dan bangunan bagi pekerja/peneliti yang bergaya tropical indische. Akhirnya pada ujung kompleks saya melihat bangunan besar teleskop utama yang terkenal, teleskop bintang Observatorium Bosscha.
Semenjak pukul 13.00 langit mendung dan mulai banyak orang berkunjung, untuk menyaksikan momen gerhana matahari. Agak khawatir juga pemantauan tidak akan dilaksanakan. Sekitar pukul 14.00 seseorang diwawancarai oleh wartawan membuat saya ingin tahu kapan pemantauan dimulai oleh orang itu. Gerhana akan terjadi sekitar pukul 14.30. Dari apa yang dia ucapkan nampaknya orang itu peneliti di observatorium, sepertinya beliau juga dosen ITB, karena orang itu banyak memberi informasi tentang gerhana. Pada pukul 14.30 pengunjung berkumpul di ruang pertemuan observatorium karena masih mendung, pemantauan tidak bisa dilakukan, maka akan ditayangkan kejadian gerhana live streaming dari India atau Srilanka, dimana gerhana cincin akan terjadi. Namun ada masalah teknis. Satu persatu pengunjung mulai keluar dari ruangan, masih menunggu gerhana dan kumandang takbir pun menggema di seantero Lembang menandakan bahwa gerhana sudah terjadi dan umat Islam melaksanakan shalat gerhana.
Sekitar 14.45 awan mendung sedikit menyingkir dari matahari, para pengunjung mulai melakukan pengamatan dengan kacamata khusus. Di dekat bangunan pekerja/peneliti sebagian wartawan mengamati bersama peneliti dengan menggunakan kertas mylar. Saya pun menghampiri ke sana. Ya..!! Saya bisa melihat gerhana dengan melihat matahari melalui kertas mylar. Bentuknya seperti logo perusahaan IT Apple, yaitu gambar apel yang tergigit bagian atasnya. Jadi matahari hanya tertutup sekitar 1-5% pada bagian kanan atasnya. Lalu saya mencoba memotret matahari melalui kertas mylar. Lalu bapak peneliti juga menunjukkan modelling pergerakan bulan menutupi matahari dari laptopnya, memang hanya di bagian sisi saja menutup sekitar 1-5%. Dari bapak itu juga saya tahu gerhana matahari tipe itu disebut Saros 141, penamaan tersebut sudah ada sejak zaman Babylonia.
Kemudian saya menuju bangunan teleskop surya. Di sana saya bisa melihat hasil pengamatan teleskop surya yang direkam ke dalam sever lokal observatorium dan ditunjukkan di layar monitor. Kemudian saya juga melihat hasil pemantauan dengan proyeksi pantulan matahari ke dalam ruangan kemudian ke bidang pengamatan. Berharap suatu saat saya bisa datang ke Observatorium Bosscha lagi.

