Halaman

Sabtu, 16 Januari 2010

Melihat Gerhana Matahari dari Observatorium Bosscha

Menyenangkan sekali tadi siang berwisata ke Observatorium Bosscha. Kebetulan saya khusus datang ke sana untuk bertemu klien selain sehari sebelumnya melihat berita bahwa Observatorium Bosscha akan melakukan peneropongan saat gerhana matahari. Saya sendiri tidak tahu jam berapa kira-kira gerhana matahari akan terjadi. Sekitar jam 11.30 saya shalat jumat di Masjid Agung Lembang, saat khutbah jumat diberitahu khatib bahwa gerhana diperkirakan antara pukul 13.00-16.00, dan khatib mengajak jamaah untuk mengikuti shalat gerhana, wah kebetulan sekali, saya ke Lembang pada waktu yang tepat. Setelah shalat jumat saya langsung ke observatorium, ketika pertama kali masuk ke dalam kompleks observatorium saya terpikat kepada keindahan lansekapnya. Begitu asri, rasanya tidak seperti di kompleks penelitian, tapi rasanya sepertinya di tempat wisata atau tempat peristirahatan.







Selain tamannya yang indah, kompleks Observatorium Bossscha juga dipenuhi bangunan-bangunan yang sebagian besar untuk teropong. Pertama kita akan melihat bangunan seperti tugu bertulis K.A.R. Bosscha dan tulisan tahun 1923. Dari pekerja disana pula saya tahu bahwa observatorium dibangun dari tahun 1923-1928 di tanah area perkebunan teh yang dimiliki tuan tanah bernama Bosscha. Selain di Lembang, Bosscha juga memiliki tanah perkebunan dan rumah di Pangalengan, makamnya pun di Pangalengan. Menyusuri jalan akan ditemui berbagai bangunan yang bentuknya kurang lazim karena atapnya melengkung, itulah bangunan untuk teleskop. Ada teleskop Bamberg, teleskop Surya, Goto, dll setelah itu saya melihat bangunan bengkel, kios, pertemuan dan bangunan bagi pekerja/peneliti yang bergaya tropical indische. Akhirnya pada ujung kompleks saya melihat bangunan besar teleskop utama yang terkenal, teleskop bintang Observatorium Bosscha.

Semenjak pukul 13.00 langit mendung dan mulai banyak orang berkunjung, untuk menyaksikan momen gerhana matahari. Agak khawatir juga pemantauan tidak akan dilaksanakan. Sekitar pukul 14.00 seseorang diwawancarai oleh wartawan membuat saya ingin tahu kapan pemantauan dimulai oleh orang itu. Gerhana akan terjadi sekitar pukul 14.30. Dari apa yang dia ucapkan nampaknya orang itu peneliti di observatorium, sepertinya beliau juga dosen ITB, karena orang itu banyak memberi informasi tentang gerhana. Pada pukul 14.30 pengunjung berkumpul di ruang pertemuan observatorium karena masih mendung, pemantauan tidak bisa dilakukan, maka akan ditayangkan kejadian gerhana live streaming dari India atau Srilanka, dimana gerhana cincin akan terjadi. Namun ada masalah teknis. Satu persatu pengunjung mulai keluar dari ruangan, masih menunggu gerhana dan kumandang takbir pun menggema di seantero Lembang menandakan bahwa gerhana sudah terjadi dan umat Islam melaksanakan shalat gerhana.

Sekitar 14.45 awan mendung sedikit menyingkir dari matahari, para pengunjung mulai melakukan pengamatan dengan kacamata khusus. Di dekat bangunan pekerja/peneliti sebagian wartawan mengamati bersama peneliti dengan menggunakan kertas mylar. Saya pun menghampiri ke sana. Ya..!! Saya bisa melihat gerhana dengan melihat matahari melalui kertas mylar. Bentuknya seperti logo perusahaan IT Apple, yaitu gambar apel yang tergigit bagian atasnya. Jadi matahari hanya tertutup sekitar 1-5% pada bagian kanan atasnya. Lalu saya mencoba memotret matahari melalui kertas mylar. Lalu bapak peneliti juga menunjukkan modelling pergerakan bulan menutupi matahari dari laptopnya, memang hanya di bagian sisi saja menutup sekitar 1-5%. Dari bapak itu juga saya tahu gerhana matahari tipe itu disebut Saros 141, penamaan tersebut sudah ada sejak zaman Babylonia.

Kemudian saya menuju bangunan teleskop surya. Di sana saya bisa melihat hasil pengamatan teleskop surya yang direkam ke dalam sever lokal observatorium dan ditunjukkan di layar monitor. Kemudian saya juga melihat hasil pemantauan dengan proyeksi pantulan matahari ke dalam ruangan kemudian ke bidang pengamatan. Berharap suatu saat saya bisa datang ke Observatorium Bosscha lagi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar