Halaman

Jumat, 01 Januari 2010

Gurita Cikeas : Buku Terpanas Akhir Tahun

Begitu panas akhir tahun ini dengan berbagai berita yang membuat negeri ini menjadi gonjang ganjing terutama setelah pelantikan presiden Oktober 2009 lalu. Seluruh media massa di Indonesia dipenuhi headline berita tentang politik dari pemilihan menteri yang penuh kontroversi, kasus Bibit-Candra yang mengindikasikan kuat adanya mafia hukum antara aparat pemerintah, sampai merembet ke kasus Bank Century yang akan dibongkar sampai ke akar-akarnya. Nah.. yang terakhir ini yang bisa dibilang memanaskan alias kompor, buku Gurita Cikeas tulisan George Junus Adicondro, seorang akademisi yang tinggal di Yogyakarta. Padahal sebelumnya orang-orang dalam Tim kampanye SBY seperti Joko Suyanto, Ibas, Hatta Rajasa dll sudah dituduh oleh sebuah LSM menerima uang dari dana talangan Bank Century, ketika buku itu terbit, tambahlah tamparan bagi orang-orang di sekitar SBY.


Saya sendiri tidak tahu secara pasti apa isinya, karena memang belum membaca buku itu. Namun sedikitnya saya mengetahui melalui pemberitaan di media massa dan acara pembahasan atau talkshow tematik di televisi. Kira-kira isinya menerangkan tentang jaringan pendanaan SBY dan Partai Demokrat, sehingga disebut Gurita Cikeas. Jaringan pendanaan tersebut dibangun dengan mendirikan berbagai yayasan yang berhubungan dengan SBY ataupun orang-orang yang dekat SBY. Kalau dipikir-pikir mirip gayanya Soeharto dalam membangun sistem kekuasaannya. Jadi kira-kira intinya untuk pendanaan perpolitikan SBY dan partai Demokrat dibangunlah yayasan-yayasan yang berfungsi sebagai alat pengumpul keuangan.

Isinya cukup membuat panas orang dekat SBY dan Partai Demokrat seperti para pengurus yayasan, mantan anggota tim kampanye SBY dan beberapa anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat, bahkan salah satunya, Ramadhan Pohan sampai berselisih dengan George Adicondro saat bedah buku Gurita Cikeas di salah satu kafe di Jakarta hingga George memukul wajah Ramadhan dengan buku dan Ramadhan pun melaporkannya ke Kepolisian. Kalau dilihat di TV tempat acara terlihat sempit dan berdesak-desakan antar pengunjung dan wartawan, tentunya membuat hawanya menjadi panas ditambah dengan topik yang panas ditambah lagi adanya debat panas diantara mereka berdua. Hal lain yang menjadi kontroversi adalah sumber datanya yang kebanyakan berasal dari internet, walaupun dari situs-situs yang cukup dikenal dan terpercaya, seperti Kompas dan data tersebut dianggap sebagai data sekunder. Dimana seharusnya penulis seharusnya melakukan cross-check data tersebut terhadap pihak yang dituliskan. Namun pihak lainnya mengatakan bahwa penulisan buku Gurita Cikeas, sah-sah saja yang penting sumbernya jelas.

Karenanya pula buku tersebut dianggap fitnah, bahkan disebut sampah. Mantan wapres JK pun tidak mau berkomentar tentang buku itu. Namun karena kontroversinya pula buku tersebut menjadi sulit dicari di pasaran, ada indikasi (atau memang sudah terjadi) pelarangan penjualannya. Pemberitaannya yang cukup intensif di media massa menjadi promosi gratis buku tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya melihat berita berjalan di TV kalau softcopy-nya beredar di Internet. Karena penasaran saya coba cari saja. Kalau anda penasaran juga dengan isi buku Gurita Cikeas, silakan download saja melalui link di bawah ini.

Download Gurita Cikeas Full.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar